ExposSumbar,PADANG -- Puluhan siswa SMA dan mahasiswa di Kota Padang mengikuti pelatihan jurnalistik 2016, yang diangkat Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD Padang, dengan antusias mengikuti pelatihan menulis serta mengenal fotografi tingkat dasar, Rabu (21/12) di gedung pertemuan d’Dhave New Hotel, Padang.

Selain mengisi materi tentang menulis suatu berita, materi tentang fotografi juga diperkenalkan. Maka, sangat berarti dalam mengenalkan dan melatih generasi muda, tentang betapa pentingnya memahami kinerja jurnalistik dan fotografi sebagai salah satu ketrampilan yang mesti dikuasai, terutama dalam perkembangan dunia digital saat ini, sebut Debi Virnado, Ketua Pelaksana kegiatan.

Katanya, pada sesi pelatihan pengenalan dasar foto jurnalistik disampaikan oleh Putra Tanhar, memberikan pemahaman tentang dasar-dasar fotografi, khususnya teknik memotret serta menghasilkan foto jurnalistik. Pantauan terpisah, pemateri Putra Tanhar dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Padang didampingi Al Imran (ValoraNews.co.id) menyampaikan, prinsip foto jurnalistik harus strategi 5W+1H, menguasai subjek, mencari sudut pandang berbeda dengan fotografer lain. Hati-hati dengan elemen di sekelilingnya

Selain itu, melihat detail apa yang menempel pada subjek, yang terpenting ialah nilai-nilai kejujuran dan fakta objektif. Karena, foto jurnalistik memiliki daya yang luas, dan mampu menyusupi seluruh fase intelektual, serta membawa pengaruh besar atas pemikiran dan pembentukan pendapat publik.

“Memotret itu mesti dari hati, dan foto jurnalistik merupakan hak kekayaan intelektual sebagai bukti pendukung kerja dalam dunia jurnalisme untuk masyarakat dunia,” kata Putra Tanhar.

Ia menerangkan, bahwa nilai suatu foto ditentukan, aktualitas, berhubungan dengan berita, sosial masyarakat, serta peristiwa luar biasa. Para peserta pun sangat antusias mendengarkan dan antusias memberikan pertanyaan kepada pemateri.

Putra Tanhar berharap, pelatihan jurnalistik dan fotografi terus digelar dan berkelanjutan. Karena, fotografi tidak hanya dimiliki oleh para pewarta foto. Tetapi, semua kalangan yang memiliki profesi apapun.

“Saya berharap, para siswa di sekolah dapat mengembangkannya baik tulis dan foto lewat majalah sekolah dan atau majalah dinding sekolah, sebagai ekpresi karya dan bermanfaat bagi siapa pun yang melihatnya,” pungkasnya.(b/fwp)
 
Top