Penandatanganan MoU Mitigasi Bencana dan Pendidikan oleh Walikota Padang dan ITB
ExposSumbar, PADANG – Untuk menghadapi dan menanggulangi bencana mesti melibatkan banyak hal. Terutama perguruan tinggi serta masyarakat. Dalam hal ini Pemko Padang menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB)dalam hal mitigasi bencana dan pendidikan.

Dalam kerjasama itu dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), dilakukan di Bandung, Senin (5/12). Penandatanganan MoU ini di depan negara yang tergabung ke dalam Indian Ocean Wave (IO Wave) ‘16’’. Sebanyak 18 negara menyaksikan penandantanganan kerjasama tersebut.

Sebelum ini Pemko Padang telah menjalin kerjasama dengan LIPI, dan hari ini dengan ITB. Kita berharap, dalam rangka menyiapkan masyarakat serta menyempurnakan ini semua dapat terbantu dengan kerjasama ini,” terang Mahyeldi di Grand Tjokro Bandung Hotel pada acara bertajuk ‘Regional Workshop on Lessons Learnt on Community Activity at Indian Ocean Wave Exercise 2016 & Intersessional Meeting of Working Group 1 of ICG / IOTWMS’.

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansyarullah Dt Marajo usai menandatangani kerjasama tersebut mengatakan bahwa penandatanganan MoU bidang mitigasi bencana dan pendidikan ini sengaja dilakukan di depan 18 negara peserta. Sebab menurutnya, untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana memang harus melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat. Hal ini diharapkan juga diikuti oleh negara peserta lainnya.

ITB sengaja memilih Padang untuk bekerjasama. Karena ITB melihat bahwa Padang memiliki banyak potensi bencana karena berada di pesisir pantai. Serta Padang memiliki konsep yang lebih baik dalam meminimalisir bencana.

“Termasuk masyarakat Kota Padang yang maksimal dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana serta dengan harapan nantinya Padang lebih terbantu dalam kesiapsiagaan,"katanya.

Mahyeldi berharap, ke depannya Padang menjadi kota yang unggul dalam menanggulangi bencana. Termasuk sebagai kota pembanding serta tolok ukur bagi daerah lain.

Pada saat itu juga, di depan seluruh peserta, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansyarullah Dt Marajo menjadi invited speech dalam workshop tersebut. Dalam pidatonya, Mahyeldi menyampaikan bahwa pentingnya komunikasi yang lebih baik antara BMKG dengan Pusdalops PB di daerah agar informasi yang diterima dapat diteruskan ke public dengan lebih akurat. Walikota Padang juga mengajak agar media elektronik nasional agar jangan salah mengadopsi warning yang dikeluarkan oleh BMKG. Sebagaimana yang terjadi pada gempa Maret 2016 lalu. Selain itu Mahyeldi juga mengajak semua negara peserta untuk sama-sama mendiskusikan early warning untuk penyandang disabilitas.

Sementara itu Kepala BPBD-PK Kota Padang Rudi Rinaldi menyampaikan bahwa dengan adanya penandatanganan MoU ini akan dapat memperbaiki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menghadapi bencana di Kota Padang. Dan juga menjadikan masyarakat Kota Padang yang tangguh saat menghadapi bencana.

Terkait bidang pendidikan, Rudi menyampaikan bahwa nantinya ITB akan menjadi perguruan tinggi pendamping bagi siswa sekolah tingkat atas yang menuju jenjang lebih tinggi. ITB akan memberikan pemahaman kepada lulusan SLTA di Padang agar dapat menjawab setiap lembar jawaban ketika mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. "Kita harapkan setelah ini anak didik kita lulus ITB,” ujarnya.(im/Ch)
 
Top